Senin, 07 Februari 2011

Kisah seorang anak durhaka

Pada suatu hari , ada seorang anak durhaka, setiap hari kerjaannya hanya makan,molor,dan main, (mamoline). sehari-hari kerjanya hanya memeras orang tua dan tidak mau berusaha, pada suatu hari harta ibunya habis untuk memenuhi permintaan anak tsb. dan harta yg tersisa hanyalah rumah dan sebuah cincin peninggalan almarhum suaminya. anak durhaka itu menyuruh ibunya untuk menjual cincin tsb untuk modalnya bermain judi.
"mak, jual aja tuh cincin, gw butuh duit nih mak",,, ujar anak kepada ibunya itu.
"Jangan nak, cincin ini satu-satunya oeninggalan almarhum bpk mu, dan bapak mu juga berwasiat pada emak untuk tidak menjual cincin ini,",, jwb ema kpd anak itu
"AH, emak pelit , gk pernah mau ngertiin keinginan gw",,,, ujar si anak bentak ibunya.
lalu anak itu pergi setelah menendang meja makan, ibu nya pun hanya bisa pasrah dan menangis..
setelah sebulan kemudian ibu itu pun jatuh sakit dan kemudian meninggal dunia, dan ketika itu anak durhaka itu pulang dalam keadaan mabuk, lalu dia melihat rumahnya ramai dan tertempel bendera kuning di tiap-tiap tiang rumahnya, dan anak itu masuk ke dalam rumahnya dan menanyakan kpd orang-orang yg berada di rumahnya.
"He, lu apa apaan lu di rumah gw , bubar lu semua bubarr,,, Mak,,,!!! mak,,,!!! woy emak gw kemana nih,??!!"..
"emak mu meninggal gk liat lu, dasar emang kamu anak durhaka, emak kamu sedang sakit kamu malah asyik-asyikan berjudi, mabuk-mabukan, gini akibat nya emak mu jadi meninggal dunia,"..
"HA,,HA,,,HA,,,,, mati ,?  emak gw mati,? HA,,HA,,HA, yaudah kubur aja, lagian juga emak gw udah tua..."
"astagfirallah, memang kamu anak durhaka, kemasukan setan apa kamu, emak mu meninggal, bukan nya ikut ngajiin dan nguburin malah seneng seneng,",,
"ah udah lo jangan banyak bacot, gw ngantuk mau tidur, urusin tuh emak gw.."
 Lalu anak durhaka itu pun masuk kekamarnya dan tidur.. lalu jenazah ibunya pun di makamkan di hutan dekat rumahnya, setiap hari setelah kematian ibunya anak durhaka itu pun hanya main judi, dan pada suatu hari dia kalah dalam berjudi dan kehabisan uang, dia pun mempunyai hutang yg banyak pada preman yg ikut main judi bersamanya.. karna takut dngn ancaman ancaman dari preman preman tsb, dia pun menjual rumahnya untuk menutupi hutang hutangnya pada preman preman itu, dan sisa uangnya dia judikan lagi, dan dia kalah lagi,  lalu anak durhaka itu mengutang kembali kepada preman-preman itu, karna anak durhaka itu kehabisan modal, dan tak ada lagi barang-barang yg bisa ia jual, akhirnya anak durhaka itu teringat kpd almarhumah ibunya yg mempunyai cincin emas peninggalan almarhum ayahnya, dan dia menanyakan kpd tetangga-tetangga yg saat itu ikut menguburkan almarhumah ibunya. akhirnya ada se'orang ibu yg memberitahu bahwa cincin itu masih ada di tangan almarhum ibu anak durhaka itu, dan tanpa pikir panjang anak itu langsung bergegas ke makam ibunya, dan berniat untuk menggali kembali dan mencabut cincin itu dari tangan almarhum ibunya,, dan saat ia gali kuburan emak nya tsb ternyata ada sebuah cincin yg berada di tangan ibunya itu, lalu anak itu mencoba membuka cincin itu dan ternyata usahanya gagal karna cincin itu susah sekali di lepas dari tangan ibu tsb, lalu anak itu memotong jari ibu itu dan mengambil cincin tsb,, setelah anak durhaka itu berhasil mencabut cincin itu dr tangan ibunya, dan anak durhaka itu pun merasa haus dan lapar,, dan dia melihat ada sebuah warung kecil di hutan itu,
"gile nih warung masa da di tengah hutan,??"... kata anak durhaka itu..
 karna pensaran, anak durhaka itu pergi ke warung itu dan memesan kopi,dan pisang goreng,
"Bu, pesen kopinya sama pisang goreng, cepet bu,"...
"tunggu sebentar,!".. ujar pemilik warung kpd anak durhaka itu.
lalu kopi dan pisang gorengnya pun telah selesai di buat oleh ibu itu  dan di berikan kpd anak durhaka itu, tapi, anak durhaka itu merasa aneh, knp jari ibu itu tidak ada satu seperti habis terpotong, lalu nak durhaka itu menanyakan kpd ibu itu,
"bu, tu tangan kanapa, abis kepotong golok bukan.???".. tanya anak durhaka itu.
lalu ibu itu menjawab,...
"kan tadi kamu yg potong.".. jawab ibu itu,,,
lalu anak durhaka itu merasa kebingungan, dan menanyakan kembali ke ibu itu,
"ah ibu jangan becanda bu, kapan saya potong tangan ibu, orang saya aja baru kenal sama ibu.."
"barusan waktu dikuburan itu,, kamu juga ambil cincin ibu kan,."
lalu anak durhaka itu merasa terkejut, dan seketika itu lari, menjauh dari warung itu.......
 Itulah akhir dari cerita anak durhaka itu, kesimpulan dari cerita di atas ialah, bahwa kita tidak boleh membentak ibu kita apalagi menelantarkan nya, jangan sampai ibu kita meneteskan air mata karna ulah kita, allah s.w.t berfirman dalam surat al isra ayat 23,
"Dan tuhan mu telah memerintahkan mu, janganlah kamu menyembahselain dia dan hendaklah berbuat baik kpd bapak dan ibumu. jika salah seorang dari keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaan mu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan "AH" dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yg baik."..................

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar